Home » » Jalaludin Rumi: Antara Kematian, Alam dan Tuhan

Jalaludin Rumi: Antara Kematian, Alam dan Tuhan

Padangan terhadap hubungan diantara alam dengan Allah Ta'ala adalah inti sari (pembahasan utama) dari madzhab-madzhab tasawuf. Dan Jalaludin Rumi telah menjelaskan pendapatnya dan telah merenungkan tentang hubungan antara keduanya tersebut. Alam fanaa kedalam Tuhan, dan wujud itu hanyalah satu. Tidak yang serba-dua (dualisme), dan semuanya hanyalah serba Esa (satu - Monotheisme). Diantara AKU dengan ENGKAU tiada perbedaanya lagi.

Sumber gambar: dokumentasidunia.blogspot.com
Alam itu mengalami tingkat kemajuan (evolusi). Sekilas tadi kita telah melihat teori "evolutie" Jalaludin Rumi berdekatan dengan Teori evolusi Darwin dan ahli-ahli kebendaan yang lain. Hanya saja Jalaludin Rumi mengakui adanya Tuhan dan semuanya ada di dalam Tuhan sedangkan kaum materialist tidak mengakui adanya Tuhan sama sekali.

Alam terdapat tingkatan-tingkatan. Sebuah benda pada awalnya adalah sebuah Zarrah (atom). Kemudian naik tingkatannya menjadi tunbuh-tunbuhan, dari tumbuh-tumbuhan naik tingkatannya menjadi Haiwan (binatang), dari binatang naik tingkatannya menjadi Insan, dari tingkat insan naik menjadi malaikat. Dari tingkatan malaikat itulah yang kemudian akan langsung menuju ke alam Fanaa ke dalam Tuhan. Oleh sebab itulah, Jalaludin Rumi berpendirian bahwasannya mati itu bukanlah perkara yang berat. Mati hanyalah semata-mata perpindahan dari suatu tingkat ke tingkatan yang lain yang lebih tinggi lagi. Apabila Fanaa telah tercapai maka kekallah alam itu di dalam Tuhan.

Kaum materialist yang tersohor seperti karl Fuchte dan Suchner bahwasannya maut janganlah di takuti, sebab alam kebendaan itu kekal adanya. Mereka memang tidak mengakui adanya sesuatu yang ghaib, mati hanya perpindahan keadaan benda dari satu ke bentuk yang lain. Hari ini mungkin kita berada pada tingkatan insan, esok akan menjadi tembikar.

Jalaludin Rumi adalah seorang shufi yang besar, yang memandang segala sesuatu kedalam satuan wujud (Wahdatul Wujud) mengakui bahwa maut hanyalah perpindahan bentuk Alam menuju fanaa di dalam Tuhan.

Jalaludin Rumi pernah berkata : "Dihadapan kita terdapat jenjang untuk naik. Kita dahulunya adalah semata barang benda yang membeku, setelah itu naik menjadi tumbuh-tumbuhan, kemudian naik menjadi binatang. Bagaimana akan tersembunyi bagiku akan hal ini? Setelah itu engkaupun menjelma menjadi INSAN, dianugerahi akal dan ilmu serta iman. Pandanglah seberapa subur kenaikan yang engkau lalui, engkau akan terus meningkat, menjadi malaikat, lalu engkau tinggalkan bumi untuk kembali ke langit. 
Dan engkau harus tinggalkan pula alam malaikat itu lalu menyelam ke dalam laut Hakikat Ujud, agar supaya percikan air dari pandangamu itu menjadi seratus lautan".

0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.