Home » » Cerita Rasulullah SAW ketika berhadapan satu lawan satu dengan musuh

Cerita Rasulullah SAW ketika berhadapan satu lawan satu dengan musuh

Pada suatu ketiak Rasulullah SAW beristirahat karena sangat lelah berjalan dalam sebuah peperangan, tertidurlah beliau di bawah pohon, dan pedang beliau disangkutkan di dahan pohon tersebut. Tiba-tiba datanglah seorang musuh, dilihatnya beliau sedang tertidur dan pedangnya tergantung. Lantas diambillah pedang itu dan Rasul pun dibangunkannya. Setelah Rasulullah SAW terbangun, musuh itu pun mengacungkan pedangnya kepada Rasul seraya berkata, "Sekarang siapa yang akan merintangiku memotong lehermu, ya Muhammad?".

Rasulullah bertemu musuh
Sumber gambar: www.mochzamroni.com
Tempat itu memang sangat sepi, tidak ada seorangpun manusia yang akan dapat membela Rasul pada saat seperti itu. Namun dengan sikap teguh dan suara yang lantang beliau menjawab, "ALLAH!"

Ucapan "ALLAH" itu keluar dari seluruh rohani dan jasmani, memenuhi angkasa langit dan bumi, yang muncul dari suatu perasaan yang sangat hebat dan begitu mendalam. Setelah mendengar kalimat "ALLAH" itu, gemetarlah tangan musuh tadi, lemah segala sendi-sendi tulangnya, serta timbul ketakutan dalam dirinya. Sebab kalimat "ALLAH" itupun pada hakikatnya juga berkumandang dalam jiwanya sendiri. Kemudian pedang dalam genggamannya tersebut terlepas begitu saja.

Dengan langkah tetap tenang, Nabi Muhammad SAW mengambil pedang yang terjatuh tersebut dan kembali diacungkan kepada musuh itu seperti yang telah dilakukannya kepada Rasulullah SAW tadi. Beliau berkata. "Sekarang siapa yang akan menghalangiku jika kupenggal batang lehermu disini?"

Dengan lemah lunglai ia menjawab, "Tidak seorangpun".
Lalu Rasulullah SAW berkata, "Sekarang engkau kumaafkan, kuampuni, dan pulanglah kepada kaummu dengan selamat".

Cerita ini benar-benar besar sekali maknanya bagi orang-orang yang memilih jalan shufi. Apabila Allah Ta'ala telah memnuhi segala isi hati, jiwa raga, dan seluruh anggota tubuh serta persendian, apalagi yang perlu kita takutkan? Maka dari itu, para shufi sering membaca wirid dengan lafadz "ALLAH" sebanyak 11.000 kali dalam sehari. Bahkan, di dalam setiap gerak gerik, mereka selalu menyebut nama "ALLAH" baik lisan maupun hati mereka sehingga gerak geriknya juga adalah gerak gerik Allah Ta'ala.

0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.