Home » , » Demo Taksi: "Ogah" di sweeping, sopir taksi tabrak rekannya sendiri

Demo Taksi: "Ogah" di sweeping, sopir taksi tabrak rekannya sendiri

Berdirinya perusahaan-perusahaan kecil di bidang angkutan umum yang berbasis online kini benar-benar membuat kesal angkutan-angkutan lainnya seperti apa yang dirasakan para sopir bluebird. Penyebab kekesalan mereka dilandasi karena turunnya pendapatan yang sangat drastis semenjak hadirnya angkutan umum online tersebut. yang lebih membuat mereka merasa kesal adalah plat nomer yang digunakan oleh angkutan-angkutan umum berbasis online tersebut adalah plat hitam.

Sopir taksi tabrak rekannya sendiri
Foto:liputan6.com
Akhirnya, beberapa hari yang lalu para sopir taksi tersebut menggelar demo besar-besaran yang berujung bentrok antara sopir taksi umum dengan sopir-sopir angkutan yang berbasis online, Go-jek adalah salah satu yang dianggap sangat merugikan mereka. Mereka tidak setuju adanya angkutan umum berbasis online sebab apa yang dilakukan perusahaan angkutan online tersebut ternyata tanpa syarat apapun, dan bisa dibilang tidak resmi sebab mereka berdiri tanpa harus melakukan ijin ke dinas tertentu, sedangkan untuk mendirikan sebuah perusahaan angkutan umum dulu mereka harus terlebih dahulu ijin dan juga membayar beberapa biaya yang diperlukan.

Inilah akar dari permasalahan yang ingin mereka klarifikasi, tak kunjung adanya tindak lebih lanjut dari pihak pemerintah maka mereka akhirnya menggelar demo dan mogok kerja. Aksi mogok kerja tersebut bukan berarti tanpa kerusuhan, diawali oleh ulah sopir Go-Jek yang melempar batu di kerumunan para pen-demo, sopir Go-Jek yang dihajar belasan sopir taksi, dan yang baru-baru ini terjadi justru percekcokan antara sopir taksi yang tak lain adalah rekannya sendiri.

Memang ada beberapa sopir taksi yang memutuskan untuk tidak ikut melakukan demo dan memilih untuk tetap beroperasi, namun sopir-sopir taksi lainnya yang mengetahui akan menurunkan penumpangnya dengan paksa. Seperti apa yang telah terjadi dalam video di bawah, salah satu sopir taksi yang memilih untuk tetap beroperasi itu merasa kesal dengan ulah rekan-rekannya yang menghentikannya dan hendak mengeluarkan penumpang dengan paksa di tempat itu juga. Merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut, akhirnya sopir taksi itu justru membubarkan rekannya dengan cara menabrakkan mobil taksinya ke arah rekan-rekannya tersebut.

Dalam kejadian itu, ada beberapa orang yang sempat tertabrak oleh mobil taksi. Setelah rekan-rekan yang ingin menghentikannya itu kalang kabut taksi tersebut langsung meluncur dan kembali meneruskan perjalanannya. Melihat ulah sopir taksi yang tidak ingin menurunkan penumpangnya dan malah balik menyerang, beberapa orang terlihat hendak menyusul. Entah apa yang terjadi selanjutnya belum diketahui dengan jelas.

Mereka sebenarnya hanya menuntut agar angkutan-angkutan umum berbasis online tersebut juga diperlakukan sama seperti halnya mereka ketika ijin untuk mendirikan perusahaan angkutan, serta mengganti plat nomer yang mereka gunakan supaya terlihat resmi. Fakta memang menunjukkan bahwa kehadiran angkutan umum online tersebut lebih diminati oleh masyarakat dari pada angkutan umum (taksi) biasa, sebab selain mudah biaya penggunaan angkutan umum online juga relatif lebih murah bahkan jauh lebih murah.

Tarif yang murah dari angkutan umum berbasis online memang disebabkan karena mereka tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk mendapatkan ijin dari pemerintah sehingga untuk mengembalikan modal tidak perlu dengan harga yang tinggi. Diketahui bahwa tuntutan yang diajukan para sopir taksi itu ada dua, mencabut atau menghilangkan angkutan umum berbasis online atau memilih untuk mengembalikan semua uang perijinan mereka yang selanjutnya akan diubah dengan sistem online seperti angkutan umum online tersebut.


0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.