Home » , » Metode belajar "meniru" dalam tinjauan agama Islam

Metode belajar "meniru" dalam tinjauan agama Islam

Proses belajar akan berjalan dengan sempurna melalui metode imitasi (meniru). Metode ini terealisasi ketika seseorang meniru orang lain dalam mengerjakan sesuatu atau ketika meniru cara melafalkan sesuatu. Metode ini biasa dilakukan oleh anak kecil ketika ia meniru melafalkan bahasa dari kedua orang tuanya. Begitu juga ketika ia meniru berbagai perilaku, tradisi, dan etika.

metode belajar meniru
Sumber gambar: thaithuy.edu.vn

Orang yang cerdas juga sering belajar dengan menempuh metode imitasi ini. Bahkan seorang profesional sekalipun misalnya, ia mempelajari keahlian profesinya dengan cara meniru para instrukturnya. Begitu juga dengan para sahabat Nabi, mereka belajar berbagai macam ibadah dengan meniru Rasulullah SAW. Abu Hasim Bin Dinar berkata, "Rasulullah SAW berdiri di mimbar lalu beliau bertakbir, dan orang-orang yang berada dibelakangnya pun mengikuti beliau. Lalu Rasulullah SAW ruku' untuk kemudian turun sambil berjalan mundur. Kemudian beliau sujud di ujung mimbar, kemudian beliau kembali (ke atas mimbar) hingga usai menunaikan shalatnya. Setelah shalat selesai beliau menghadap kepada orang-orang di belakanmg beliau seraya bersabda, 'Sesungguhnya aku berbuat seperti ini supaya kalian mengikuti aku dan supaya kalian mempelajari cara shalatku'"

Abu Zubair pernah mendengar Zabir berkata, "Aku telah melihat Nabi SAW melempar (jumrah) pada hari Id Al-adhha dari atas hewan tunggangannya. Beliau bersabda. 'Hendaklah kalian mempelajari manasik kalian (dariku)! Karena mungkin saja aku tidak akan menunaikan haji lagi setelah hajiku ini'"

Rasulullah SAW merupakan teladan paling baik bagi para sahabatnya. Mereka meneladani beliau dalam setiap perilaku dan perkataannya. Allah Ta'ala telah memerintahkan kita untuk mengikuti perilaku Rasulullah SAW. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah" (QS 33:21)

Rasulullah SAW juga berwasiat kepada para sahabatnya untuk senantiasa meneladani beliau serta para pengganti beliau yang bijaksana. Para pengganti beliau yang bijaksana inilah yang disebut dengan istilah Khulafa' Ar Rasyidin.

Rasulullah SAW merupakan figur ideal sebagai manusia sempurna dalam berbagai aspek. para sahabat tidak hanya mencontoh beliau dalam hal ibadah dan manasik, mereka juga meneladani semua gerak-gerik keseharian beliau. Semua itu telah berhasil menciptakan perubahan besar dalam perilaku dan kepribadian mereka. Sejarah telah mencatat bahwa generasi para sahabat merupakan sebuah generasi yang baik, mereka menjadi pahlawan-pahlawan yang rela memperjaungkan Islam sampai jaya. Mereka berjuang menyiarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok negeri. Generasi sahabat adalah prototipe sebuah generasi manusia yang layak dijadikan teladan.

0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.