Home » , » Dibalik berita-berita "hoax" yang menghebohkan

Dibalik berita-berita "hoax" yang menghebohkan

Sudah banyak sekali kita menemukan berita-berita heboh yang sudah pasti membuat kita dan setiap orang terkejut bukan kepalang. Seperti contohnya kabar berita aktor pemeran Mr. Bean meninggal, dan yang baru-baru ini sangat populer dan sekarang masih hangat dobicarakan yaitu kabar meninggalnya Fatin Sidqia Lubis karena kecelakaan.

Sumber gambar: loop.co.id
Dan ternyata, semua berita-berita tersebut adalah palsu alias HOAX. Tidak usah dipungkiri lagi bahwa dibuatnya kabar berita tersebut tak lain hanyalah untuk menarik dan mendapatkan trafik yang besar pada website yang mempublikasikan berita-berita tersebut. Lantas apa manfaat dari trafik yang besar? Sudah pasti selain menaikkan page rank website, juga bisa meningkatkan pendapatan.

Sekarang mari kita sejenak merenungkan, kita menyebarkan berita palsu kemudian kita mendapatkan pendapatan yang berlipat dari berita-berita tersebut. Bukankah itu tidak beda jauh dengan seorang koruptor? Kita bekerja dengan cara menipu orang lain, lantas kita mendapatkan uang dari orang-orang yang tertipu tersebut, bukankah itu sama saja kita dengan seorang pencuri?

Ketika kita menyebarkan berita bahwa seorang Fatin Sidqia Lubis meninggal karena kecelakaan, pernahkah kita memikirkan bagaimana perasaan Fatin ketika mendengar berita itu? Bagiamana juga jika kabar berita tersebut sampai pada telinga keluarga yang bersangkutan? Bayangkan saja jika orang tua kita sendiri yang mendengar bahwa kita diberitakan meninggal oleh orang lain, jika orang tua kita punya riwayat kesehatan yang baik mungkin bisa ditoleransi, tapi jika orang tua kita punya riwayat kesehatan yang kurang baik atau bahkan buruk seperti contohnya punya penyakit jantung, tidak menutup kemungkinan jika orng tua kita akan jantungan seketika itu juga. Iya kalau masih bisa diselamatkan, kalau tidak? Apakah pembuat berita palsu itu mau bertanggung jawab?

Selain itu, mencari rejeki itu tidak perlu "neko-neko" (aneh-aneh). Apa yang kita dapatkan dari berita palsu tersebut sudah pasti bukanlah sesuatu yang halal. Apa jadinya jika anak istri kita ikut memakan hasil yang tidak halal tersebut? Pernahkah kita pikirkan bagaimana perkembangan keturunan-keturunan kita jika mereka tumbuh berkembang dari sesuatu yang buruk? Bayangno!!!

0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.