Home » » Menguak tradisi Tahlilan di Masyarakat

Menguak tradisi Tahlilan di Masyarakat

Tahlilan adalah tradisi ritual yang komposisi bacaannya terdiri dari beberapa ayat Al-Quran, tahlil, tahmid, shalawat, dan lain-lain. Bacaan tersebut dihadiahkan kepada orang-orang yang telah wafat. Hal tersebut kadang-kadang dilakukan secara bersama-sama (berjama'ah) dan kadang pula dilakukan sendirian.

tradisi Tahlilan
Sumber gambar: blogkhususdoa.com
Biasanya tahlilan ini dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang, hari ke-40, hari ke-100, hari ke-1000, setiap malam jum'at, acara haul dan lain-lain. Komposisi bacaan tahlilan yang terdiri dari beragam dzikir ini telah berlangsung sejak berabad-abad lamanya. Syaikh Ibn Taimiyah al-Harrani (seorang Ulama panutan kaum wahabi) pernah ditanya tentang ritual seperti tahlilan dan beliau membenarkan serta menganjurkannya. Dalam hal ini Ibn Taimiyah berkata:

"Ibn Taimiyah ditanya, tentang seseorang yang memprotes ahli dzikir (berjama'ah) dengan berkata -Dzikir kalian ini bid'ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid'ah- Mereka memulai dan menutup dzikirnya dengan Al-Quran, lalu mendo'akan kaum muslimin yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Mereka mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah (laa haula wa laa quwwata illaa billah) dan shalawat Nabi Muhammad SAW? Lalu Ibn Taimiyah menjawab -Berjama'ah dalam berdzikir, mendengarkan Al-Quran dan berdo'a adalah amal shaleh, termasuk qurbah dan ibadah yang paling utama dalam setiap waktu. Dalam Shahih al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, Sesunnguhnya Allah Ta'ala memiliki banyak Malaikat yang selalu bepergian di muka bumi apabila mereka bertemu dengan sekumpulan orang yang berdzikir kepada Allah Ta'ala, maka mereka memanggil, 'Silahkan sampaikan hajat kalian', lanjutan hadits tersebut terdapat redaksi, 'Kami menemukan mereka bertasbih dan bertahmid kepada-Mu...' Adapun memlihara rutinitas aurad (bacaan-bacaan wirid) seperti shalat, membaca Al-Quran, berdzikir atau berdo'a, setiap pagi dan sore serta pada sebagian waktu malam dan lain-lain, hal ini merupakan tradisi Rasulullah SAW dan hamba-hamba Allah Ta'ala yang shaleh, pada zaman dulu hingga sekarang-".

Pernyataan Ibn Taimiyah di atas memberikan kesimpulan bahwa dzikir berjama'ah dengan komposisi bacaan yang beragam antara lain ayat Al-Quran, tasbih, tahmid, tahlil, shalawat dan lain-lain seperti yang terdapat dalam tradisi tahlilan adalah amal shaleh dan termasuk qurbah dan ibadah yang paling utama dalam setiap waktu.

0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.