Home » » Islam Era Modern Jilid 3 : Kemarahan Pada Ahok

Islam Era Modern Jilid 3 : Kemarahan Pada Ahok

Menoreh Tinta - Jangan pernah dengarkan ujaran konyol yang selalu bilang "Nabi Muhammad Saw itu tidak marah kalau yang dihina adalah dirinya. Tapi dia akan marah besar jika yang dihina adalah al-Quran dan Agamanya." Betul bahwa Nabi Muhammad itu bisa marah. Hanya saja amarahnya tak selalu diluapkan dengan ujaran kebencian yang bisa membuat orang lain marah.

nafsu amarah
Nafsu amarah - gambar: binainsan.com

Apa harus ketika Anda marah kemarahan Anda membuat Anda menjadi tidak ramah kepada orang yang marah? Bukankah amarah yang diekspresikan dengan marah hanya akan membuat orang yang tadinya marah menjadi lebih marah? Bukankah amarah yang diekspresikan dengan ucapan ramah akan membuat orang yang tadinya marah menjadi ramah? Bukankah cara semacam ini paling masuk akal untuk ditempuh oleh Nabi Muhammad Saw karena dia adalah Nabi yang penuh rahmah dan bukan Nabi yang penuh dengan amarah? (Baca juga : Alasan Mengapa Manusia Sulit Mengalahkan Nafsu)

Dalam marah pun Nabi Muhammad Saw adalah sosok yang ramah. Cukuplah Anda melek dengan sejarah untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah sosok yang ramah dan tidak mudah marah kepada orang-orang yang bersalah sekalipun keyakinan mereka salah. Sekiranya setiap kali ada orang yang menghina al-Quran dan Islam itu Nabi Muhammad langsung amuk-amukan, demo berjilid-jilid, dan main ancam bunuh kepada orang yang bersangkutan, niscaya tidak akan ada orang kafir yang sudi masuk Islam.

Siapa yang sudi dengan Agama demikian? Siapa yang akan sudi dengan Agama yang mengedepankan permusuhan? Siapa yang sudi dengan Agama yang memendam kebencian? Siapa yang sudi dengan Agama yang mengajarkan marah-marahan? Orang waras hanya akan sudi dengan Agama yang mengajarkan cinta dan kasih Kaming, bukan kebencian, marah-marahan, apalagi bunuh-bunuhan. Dan itulah ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. (Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Nur Muhammad -Pusat Kesatuan Alam-)

Ada yang bertanya: Lantas kalau begitu kenapa Nabi Muhammad Saw melakukan peperangan? Jawabannya: Perang yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya tak lain sebagai bentuk pembelaan dan perlawanan. Dan ingatlah wahai kaum bersumbu pendek, Nabi Muhammad Saw--yang diutus sebagai rahmat kepada seluruh alam itu--memerangi kelompok di luar Agamanya bukan semata-mata karena mereka kafir, menghina Islam ataupun menghina al-Quran, tapi Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya memerangi kelompok di luar Agamanya karena merekalah yang terlebih dahulu mengumandangkan peperangan.

Artinya apa? Kalau mereka berdamai, Nabi Muhammad juga akan berdakwah secara damai, meskipun mereka menghina Islam dan al-Quran. Tapi kalau mereka mengajak perang--padahal Nabi Muhammad hanya mengajak--ya tentu orang waras juga akan berkata bahwa sangat wajar jika Nabi Muhammad dan kelompoknya melakukan pembelaan. Contohnya Anda diajak seseorang pergi ke Kairo, kemudian Anda menolak dan penolakan itu anda lakukan sambil mengambil golok untuk menebas leher orang tersebut. Apa salah kalau orang itu melakukan pembelaan? Sangat masuk akal bukan?

Lihatlah batapa warasnya ajaran Islam. Dan lihatlah betapa indahnya akhlak Nabi Muhammad Saw. Setiap kali disakiti oleh kaumnya--yang menghina Islam dan melecehkan ajaran al-Quran itu--dia selalu berdoa: Allahummaghfir liqaumi fa innahum la ya'lamun (Tuhan, ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak tahu)". Mengapa Nabi Muhammad Saw mengucapkan demikian? Karena Nabi Muhammad Saw bukan Nabi yang penuh kebencian, melainkan Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Tapi lihatlah kelakuan (sebagian) umatnya yang imut dan taat beragama itu: Ada orang salah dikit dan sudah minta maaf tapi masih saja didemo berjilid-jilid. "Penjaran Ahok". "Penjarakan Penista al-Quran". "Larang Pemimpin kafir". "Bela Islam". "Bela al-Quran". Alah macam-macamlah itu. Kami sendiri geli mendengarnya. (Baca juga : Khasiat membaca Al-Quran)

Kami tidak mengenal dan tidak akan sudi mengamini ajaran yang penuh kebencian semacam itu. Kalau Anda sudi melakukan hal tersebut, lakukanlah, tapi jangan mengatas-namakan Islam. Ingat ya, seperti yang sudah Kami tulis, yang demo itu minoritas, bukan mayoritas. Jadi tidak perlu mengatas-namakan Islam.

Hilangkanlah keculunan yang membuat Nabi Anda yang penuh cinta dan kasih Kaming itu buruk di mata orang-orang yang berbeda keyakinan. Nabi yang Anda imani bukan hanya rahmat bagi orang-orang Islam, tapi juga rahmat bagi seluruh alam, termasuk kelompok yang Anda sesat-kafirkan. Dia tidak pernah mengumandangkan permusuhan kecuali kepada orang atau kelompok yang memang menyatakan permusuhan. Dan itu sangat masuk akal.

Percayalah bahwa Nabi Muhammad Saw adalah Nabi yang santun, penuh cinta dan memimpikan perdamaian. Karena apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw tidak jauh berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Isa al-Masih Alaihissalam. Nabi Muhammad dan Isa Almasih adalah dua utusan Tuhan yang diturunkan untuk menebar kedamaian, bukan kebencian apalagi bunuh-bunuhan. Tidakkah Anda berpikir wahai para pembela al-Quran?

Sumber: https://www.facebook.com/ibnu.shihab.3/posts/1189429481152046

0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.