Home » » Nafsu Amarah: Gambaran Sifat Kebinatangan Manusia

Nafsu Amarah: Gambaran Sifat Kebinatangan Manusia

Di dalam Al-Qur'an nafsu terbagi menjadi 3, yaitu nafsu muthmainnah, nafsu lawwamah, dan nafsu amarah. Di dalam ajaran budha nafsu terbagi menjadi 4 yang mana 3 diantaranya sama dengan ajaran islam, keempat nafsu tersebut antara lain nafsu muthmainnah, nafsu lawwamah, nafsu amarah dan nafsu supiah. Dan kali ini yang akan kita bahas adalah nafsu amarah (nafsu hewaniyah).

nafsu amarah
Sumber gambar: growstaweb.com

Amarah adalah sifat alami dari seekor binatang, jika sifat tersebut ada pada diri manusia, maka derajat orang itu tak beda jauh dengan binatang. Sedangkan macam-macam dari nafsu amarah adalah sebagai berikut:

- Nafsu Kalbiyah - jiwa anjing. Perhatikanlah seekor anjing, bila ia berjumpa dengan kotoran maka ia akan berebut dengan sesamanya untuk mendapatkan kotoran tersebut. Ia ingin memonopoli diri mereka sendiri, yang lain tidak boleh ikut-ikutan. Kalau ia dapat memakannya maka akan menjulurkan lidah, ketika diusir oleh anjing yang lain juga akan menjulurkan lidahnya. Dia makan dengan menggoyang-goyangkan ekornya, dan bila mereka diusir ketika sedang makan maka ia akan lari dengan seringih dan salaknya.

- Nafsu Himariyah - Jiwa keledai. orang yang hanya pandai memikul, tetapi tidak mengerti apa yang dipikul. Diriwayatkan, ada dua ekor keledai membawa kapas dan garam diatas punggungnya dengan diiringi tuannya. Di tengah perjalanan, berhentilah mereka di tepi sungai dan karena letihnya si tuan tadi, tuan itupun tertidur. Keledai pembawa garam merasa panas lalu terjun lah ke sungai untuk mandi. Dia terheran, setelah naik dari sungai ternyata bebannya sudah tiada (hilang) sebab garam jika terkena air akan hancur. Hal ini diberitahukannya kepada keledai pembawa kapas. Dia pun ikut terjun ke sungai dengan maksud agar beban di punggungnya juga hilang. Namun malang nasibnya, kapas jika terkena air makan akan bertambah berat dan keledai itupun tenggelam lalu mati di dalam sungai. Itulah jiwa keledai.

- Nafus Sabu'iyah - Jiwa serigala. Jiwa ini selalu berusaha bagaimana caranya agar bisa menganiaya orang lain. Yang selalu ada dalam pikirannya adalah bagaimana caranya merusak orang lain seperti halnya seekor serigala.

- Nafsu Far'iyah - Jiwa tikus. Tidak ada moncongnya, tetapi dengan ekornya lah dia mencuri. Lagi pula kerjaan hanya merusak tatanan saja. Tidak peduli apakah sebuah kasur itu baru saja dibeli, kasur itu akan tetap digigitnya. Bahkan tidak peduli apakah yang ia gigit itu sebuah kelapa atau sabun mandi.

- Nafusu dzatis suhimi wal hamati kal hayatii wal 'aqrabi - Jiwa binatang penyengat berbisa seperti seekor ular dan kala. Kerjaannya selalu menyindir orang lain, menyakitkan hati orang lain, hasad dan dengki, serta pembenci yang ulung atas derajat yang diperoleh orang lain dan akan berusaha menjatuhkannya, pendendam yang tiada berkeputusan serta tidak mengenal kata maaf terhadap kekhilafan orang lain.

- Nafsu Khinziriyah - Jiwa babi. Tidak senang dengan ssesuatu yang wangi, sama sekali tak akan menoleh pada sesuatu yang harum. Apabila selesai membuang kotoran, kotoran itu akan dimakannya. Dia senang kepada hal-hal yang kotor.

- Nafsu Thusiyah - Jiwa merak. Sekilas burung merak memang indah, namun merak kerjaanya hanyalah menyombongkan diri dan merasa bangga dengan keindahannya. Manusia dengan jiwa seperti ini akan selalu membusungkan dadanya, berlagak, seakan tiada yang lebih baik, lebih mulia, lebih tinggi, lebih cerdas, melainkan dirinya.

- Nafsu Jamaliyah - Jiwa unta. Selalu mementingkan dirinya sendiri, senantiasa diliputi oleh persoalan. Ia tidak mempedulikan kesusahan orang lain. asalkan dirinya selamat dan mendapatkan untung, tak sedikitpun terdapat dalam hatinya rasa santun dan kasih, tidak memiliki rasa sosial terhadap yang lain.

- Nafsu Dubbiyah - Jiwa beruang. Bila ia mendengar seekor kambing mengembik, maka ia akan lari menyembunyikan diri, sebab banyak orang bilang, nenek moyang beruang dahulu pernah berhutang kepada kambing akan tetapi hutang tersebut tidak pernah ia bayar hingga ke anak cucunya.

- Nafsu Qirdiyah - Jiwa beruk atau kera. Diberi makanan ia mengejek, tidak diberi makanan ia mencibir. Begitulah kera.

0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.