Home » » Cerita Rohani Nabi Muhammad SAW, Beliau “Sedang tidak bersama kita”

Cerita Rohani Nabi Muhammad SAW, Beliau “Sedang tidak bersama kita”

Di sini tidak boleh kita lalaikan mengaji tentang rahasi besar ini. seorang kepala perang, seorang pembangun sebuah Negara, seorang yang sanggup mengendalikan sebuah rumah tangga dengan 9 istri, seseorang yang karena kebesarannya nyaris membuat seorang badwi mati kejang karena baru saja melihat wajahnya karena takut.

cerita rohani Nabi Muhammad SAW
Cerita rohani Nabi Muhammad SAW - sumber gambar: kota-islam.blogspot.com

Orang ini tidak dapat dibandingkan dengan kepala perang seperti Julius Caesar, Napoleon, Atilla, atau Darius atau bahkan Iskandar yang berhasil menaklukkan konstantinopel.

Karena ketika kita melihat sikapnya, maka kita akan teringat dengan sebuah ayat yang turun:
“Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pergantian siang dan malam, adalah menjadi ayat yang besar bagi orang-orang yang yakin”.

Suatu hari, seorang Bilal datang, karena telah terlambat beberapa menit, beliau belum juga datang ke Masjid untuk sembahyang Shubuh. Didapatinya beliau sedang menangis hingga membasahi bantalnya, “Mengapa Engkau menangis Ya Rasul Allah? Padahal Allah Ta’ala telah berjanji akan mengampuni dosa-dosa tuan, baik yang terdahulu maupun yang akan datang”, kata Bilal.

“Bagaimana aku tidak menangis ya Bilal, padahal tadi malam datang ayat begini (kemudian beliau membacakan ayat yang sudah disebutkan diatas), maka sengsaralah orang yang membaca ayat ini dan tidak ingin memperhatikan isinya”.

Bahkan kadang-kadang, hubugnan beliau terputus dengan orang-orang di sekelilingnya padahal beliau hidup di antara dan di tengah-tengah mereka.

Pada suatu beliau pernah duduk seorang diri, masuklah istri beliau yang muda, Aisyah. Bertanyalah beliau kepada Aisyah, 

“Engkau siapa?”
“Aisyah”
“Aisyah siapa?”
“Aisyah anak Shiddiq”
“Shiddiq? Siapa Shiddiq?”
“Abu Bakar, sahabat Muhammad”

Mendengar itu beliau tidak lagi menjawab dan bertanya, Aisyah tahu bahwa ketika itu Nabi Muhammad “Sedang tidak bersama kita”.

0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.